Bogor – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, melontarkan pernyataan mencolok soal nasib koperasi di Kota Hujan. Menurutnya, kunci utama untuk memajukan koperasi bukan cuma modal atau teknologi, tapi SDM yang mumpuni dan terlatih.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri peluncuran buku modul pelatihan SDM Koperasi Kelurahan Merah Putih, yang digelar di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Rabu (24/7).

“Kalau SDM koperasi masih terkena penyakit, ya sulit maju,” ujarnya tegas.
Aditya bahkan menyebut ada tiga “penyakit kronis” yang kerap menjangkiti koperasi:
-
Kutil → Kurang teliti
-
Kurap → Kurang rapi
-
Kudis → Kurang disiplin
“Kalau ini tidak dibenahi, koperasi cuma jadi papan nama. Niatnya bagus, tapi pengelolaannya amburadul,” lanjutnya.
DPRD Kota Bogor sendiri sudah mendorong agar pelatihan koperasi masuk dalam APBD Perubahan 2025. Harapannya, kegiatan peningkatan kapasitas ini bisa segera berjalan jika disetujui oleh Wali Kota.
Langkah ini dianggap krusial agar koperasi bisa naik kelas: dari sekadar simpan-pinjam, menjadi lembaga ekonomi kerakyatan yang benar-benar berdaya guna.
“Kami ingin Koperasi Merah Putih jadi model. Dikelola profesional, mandiri, dan benar-benar menyentuh kesejahteraan masyarakat,” ucap Aditya.
Dukungan penuh diberikan legislatif agar koperasi di Bogor tak hanya bertahan, tapi berkembang di tengah gempuran pinjol dan praktik ekonomi tak sehat lainnya.









