Menu

Dark Mode
Mayor Oking Pejuang Penumpas PKI Muso yang Namanya Diabadikan untuk Jalan di Bogor

Headline

“Alarm Bahaya Lingkungan di Kota Bogor: Pemerintah Dituntut Bergerak Cepat”

badge-check


					“Alarm Bahaya Lingkungan di Kota Bogor: Pemerintah Dituntut Bergerak Cepat” Perbesar

Bogor – Permasalahan lingkungan dan permukiman kembali menjadi sorotan publik di Kota Bogor. Tingginya aktivitas masyarakat di kawasan padat penduduk dinilai semakin memperparah persoalan sanitasi, tumpukan sampah, hingga risiko banjir yang muncul setiap musim hujan.

Sejumlah warga di beberapa kawasan padat, terutama di wilayah perkotaan tengah, mengeluhkan buruknya drainase serta kurangnya fasilitas lingkungan yang layak. Selain itu, pertumbuhan permukiman yang cepat dalam satu dekade terakhir dinilai tidak dibarengi dengan perencanaan tata ruang yang optimal.

Kondisi ini membuat masyarakat mendorong peran lebih aktif dari Pemerintah Kota Bogor dan para pemangku kebijakan, termasuk DPRD Kota Bogor, untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat reaktif namun juga berkelanjutan.

Warga menyebut bahwa penanganan masalah lingkungan tidak dapat lagi hanya dilakukan melalui program temporer seperti kerja bakti atau pembersihan berkala, karena penyebab utamanya berada pada tata kelola dan penegakan kebijakan.

Pengamat tata kota juga menilai bahwa isu lingkungan dan permukiman di Bogor sudah masuk kategori emerging crisis, terutama di titik-titik yang bersinggungan dengan aliran sungai, bantaran rel, dan permukiman padat.

Pemerintah Kota Bogor diharapkan melakukan langkah terukur seperti:

  • memperkuat regulasi zonasi,

  • mempercepat revitalisasi permukiman kumuh,

  • menambah fasilitas persampahan,

  • menghidupkan kembali pengawasan lingkungan berbasis warga,

  • serta menggandeng lembaga edukasi dan komunitas hijau.

Sejumlah anggota DPRD juga dikabarkan telah memasukkan isu lingkungan dan permukiman sebagai bagian dari aspirasi prioritas yang akan dibahas dalam penyusunan program daerah.

Meski demikian, warga menegaskan bahwa hasil nyata di lapangan jauh lebih dibutuhkan dibanding seremonial atau wacana panjang tanpa eksekusi.

“Yang kami butuhkan perubahan, bukan sekadar postingan,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Dengan kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun, percepatan penataan kota diharapkan segera dilakukan demi menghindari bencana yang lebih besar.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

“Adityawarman: Bogor Jaga Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina Tanpa Henti”

20 November 2025 - 06:51 WIB

“Bogor Masuk Babak Baru: DPRD-Pemkot Sahkan KUA-PPAS, Fokus ke Program Warga!”

12 November 2025 - 09:30 WIB

“Pahlawan di Lingkungan Kita: Adityawarman Mengenang Jasa Warga yang Mengabdi Tanpa Tanda Jasa”

10 November 2025 - 08:04 WIB

“Bogor Menuju Kota Pintar, DPRD Ingatkan: Teknologi Harus Hadir Untuk Warga, Bukan Sekadar Gimmick!”

7 November 2025 - 07:04 WIB

“Tiga Raperda Strategis Digulir! DPRD Kota Bogor Tegaskan Hak Dasar Warga Wajib Dijamin”

5 November 2025 - 07:41 WIB

Trending on Headline