Bogor – Setelah melalui proses revitalisasi selama hampir dua tahun, Pasar Bogor kini siap diresmikan dengan wajah baru. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 80 miliar itu digadang-gadang menjadi model pasar rakyat modern yang tetap mempertahankan nuansa tradisional khas Kota Hujan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bogor menyebutkan, pembangunan dilakukan dalam tiga tahap, mencakup penataan kios pedagang, perbaikan sistem drainase, dan peningkatan fasilitas umum seperti parkir, sanitasi, serta area loading barang.

“Revitalisasi ini bukan hanya soal bangunan fisik, tapi juga penataan manajemen dan kenyamanan pengunjung. Kami ingin Pasar Bogor menjadi contoh pasar rakyat modern yang bersih, aman, dan berdaya saing,” ujarnya, Kamis (16/10).
Pasar Bogor yang berlokasi di jantung kota ini nantinya akan menampung lebih dari 1.200 pedagang, lengkap dengan fasilitas zona kuliner, area produk UMKM lokal, serta sistem pembayaran digital. Pemerintah juga menyiapkan area hijau terbuka sebagai ruang interaksi warga.
Revitalisasi ini mendapat sambutan positif dari pedagang yang sebelumnya direlokasi sementara ke Pasar Merdeka. “Kami senang akhirnya bisa kembali berdagang di tempat yang lebih layak. Sekarang lebih terang, tidak becek, dan ada sistem keamanan yang baik,” ujar Nani, salah satu pedagang sayur.
Peresmian Pasar Bogor dijadwalkan akhir Desember 2025, bertepatan dengan HUT Kota Bogor. Dengan desain yang lebih modern dan fasilitas lengkap, pemerintah berharap pasar ini dapat menjadi ikon baru perdagangan rakyat dan destinasi wisata belanja di Bogor.









