Menu

Dark Mode
Mayor Oking Pejuang Penumpas PKI Muso yang Namanya Diabadikan untuk Jalan di Bogor

Headline

Bahaya, 41% APBD Kota Bogor dari tranfer Pusat

badge-check


					Bahaya, 41% APBD Kota Bogor dari tranfer Pusat Perbesar

Kota Bogor, [28/12/2024] — 41% APBD Kota Bogor dari tranfer Pusat. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor menyoroti ketergantungan yang masih signifikan terhadap transfer pusat dalam struktur pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan data, transfer pusat menyumbang sekitar 41% dari total pendapatan daerah, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkontribusi sekitar 57%.

“Sekitar 41% pendapatan Kota Bogor masih berasal dari transfer pusat. Ketergantungan ini menjadi alarm bagi kita semua. APBD yang sehat harus mengandalkan PAD yang kuat dan beragam, bukan hanya menunggu alokasi dari pemerintah pusat,” tegas Dedi Mulyono, anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bogor.

“dari total target pendapatan Kota bogor sebesar Rp. 2,935 triliun, dari transfer pusar sebesar Rp.1,195 triliun (41%). Sedangkan pendapatan asli daerah ditargetkan hanya sebesar Rp. 1,666 Triliun atau sekitar 57%.” tambah Dedi.

Baca juga : Dedi Mulyono Serukan Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf Kota Bogor

Dedi mendesak Pemerintah Kota Bogor untuk segera mengoptimalkan potensi PAD yang ada, terutama dari sektor pajak daerah seperti restoran, hotel, hiburan, dan retribusi. Pajak restoran, misalnya, memiliki target kontribusi sebesar Rp199,5 miliar, sementara pajak hotel diproyeksikan mencapai Rp111 miliar. Namun, upaya pengawasan dan peningkatan penerimaan dari sektor ini dinilai belum maksimal.

“Kota Bogor perlu mempercepat penggunaan teknologi seperti tapping box dan sistem E-Tax untuk memastikan transparansi dan akurasi data penerimaan pajak. Potensi pajak dari sektor hiburan dan ekonomi kreatif juga harus digarap lebih serius,” ujar Anggota Dewan Fraksi PKS ini.

Selain itu, Dedi mendorong diversifikasi sumber PAD dengan menggali potensi dari sektor ekonomi digital, e-commerce, dan pemanfaatan aset daerah secara strategis.

Kemandirian Fiskal untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ketergantungan pada transfer pusat dapat menjadi risiko bagi Kota Bogor, terutama jika terjadi perubahan kebijakan fiskal di tingkat nasional. Oleh karena itu, langkah menuju kemandirian fiskal harus menjadi prioritas.

“Kemandirian fiskal akan memastikan stabilitas keuangan daerah, bahkan ketika alokasi transfer pusat berkurang. Kota Bogor perlu menjadikan inovasi dan efisiensi sebagai kunci untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” tambahnya.

Dedi Mulyono mengusulkan agar Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor melakukan langkah langkah konret agar dapat menaikkan PAD diantaranya adalah ;

  1. Digitalisasi Pajak dan Retribusi: Percepat implementasi tapping box dan sistem E-Tax di sektor pajak restoran, hotel, dan hiburan.
  2. Diversifikasi PAD: Jajaki potensi dari sektor ekonomi digital, pariwisata kreatif, dan layanan publik berbasis teknologi.
  3. Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak: Adakan pelatihan dan sosialisasi bagi pelaku usaha untuk mendorong kepatuhan pajak.
  4. Pengelolaan Aset Daerah: Optimalisasi aset daerah yang selama ini kurang produktif untuk menjadi sumber pendapatan baru.

“Dengan optimalisasi dan diversifikasi PAD, kita tidak hanya memperkuat APBD tetapi juga menciptakan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutup Dedi.

41% APBD Kota Bogor dari tranfer Pusat

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

“Adityawarman: Bogor Jaga Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina Tanpa Henti”

20 November 2025 - 06:51 WIB

“Alarm Bahaya Lingkungan di Kota Bogor: Pemerintah Dituntut Bergerak Cepat”

18 November 2025 - 04:16 WIB

“Bogor Masuk Babak Baru: DPRD-Pemkot Sahkan KUA-PPAS, Fokus ke Program Warga!”

12 November 2025 - 09:30 WIB

“Pahlawan di Lingkungan Kita: Adityawarman Mengenang Jasa Warga yang Mengabdi Tanpa Tanda Jasa”

10 November 2025 - 08:04 WIB

“Bogor Menuju Kota Pintar, DPRD Ingatkan: Teknologi Harus Hadir Untuk Warga, Bukan Sekadar Gimmick!”

7 November 2025 - 07:04 WIB

Trending on Headline